Desiminasi Bedah Buku Pedoman Pelaksanaan Pembangunan Gedung 21-22 November 2019

Keberhasilan pelaksanaan proyek kontruksi ditentukan oleh perencanaan maupun pelaksanaan yang benar dan sesuai peraturan yang ada. Hal ini terkait dengan rancang bangun infrastuktur yang mempertimbangkan dampak yang diakibatkan adanya pembangunan baruataupun permasalahan yang sering ditimbulkan setelah bangunan itu berdiri. Permasalahan yang kerap terjadi dalam pelaksanaan pembangunan gedung sebagian besar dikarenakan kurangnya pengetahuan dan pemahaman kontraktor dalam mengaplikasikan setiap tahapan kontruksi mulai dari pondasi sampai dengan atap bangunan.

Dalam sebuah pekerjaan yang berkaitan dengan bangunan gedung dan rumah negara , aspek teknologi dalam pengerjaan sangat berperan penting, karena meskipun material yang digunakan berkualitas baik, tenaga kerja dan teknik pelaksanan juga sangat berpengaruh terhadap hasil. Hal ini sangat menentukan dalam penyelesaian suatu pekerjaan pada proyek bagunan gedung sehingga target waktu, mutu dan biaya dapat tercapai.

Menurut Undang -Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Bangunan Gedung dan berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang jasa kontruksi menyatakan bahwa perwujudan bangunan gedung juga tidak terlepas dari peran penyedia jasa kontruksi baik sebagai perencana, pelaksana , pengawas atau management kontruksi maupun jasa-jasa pengembangannya. termasuk penyedia jasa pengkaji teknis bangunan gedung. Sehingga peran dari penyedia jasa kontruksi ini menjadi sangat penting dalam proses pelaksanaan pembangunan gedung. Untuk itu diperlukan adanya update pengetahuan terhadapa pelaksanaan pembangunan gedung. Untuk itu Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur melalui UPT Pengelolaan Informasi Teknologi Bangunan dan Pelayanan Perumahan Permukiman sebagai implementasi dari tugas pokok fungsinya mengadakan acara DISEMINASI BEDAH BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN GEDUNG

0 Komentar Kirim Komentar